KAREBA KA KOMIU>>>>Sando H. Sahlan Djanulu >>Nosuna / Khitan>>Dialek Bahasa Kaili Berdasarkan Subetnis >>Balia: Upacara Penyembuhan Penyakit Etnik Kaili>>Kongres Bahasa Kaili Libatkan 9 Subetnis>>Upacara Adat Sulawesi Tengah>>Du’e, Musik Untuk Harmoni Kehidupan>>TAU TAA WANA " Menjaga Nilai Budaya dalam Musik"
Photobucket
KAREBA KA KOMIU>>>>Sando H. Sahlan Djanulu >>Nosuna / Khitan>>Dialek Bahasa Kaili Berdasarkan Subetnis >>Balia: Upacara Penyembuhan Penyakit Etnik Kaili>>Kongres Bahasa Kaili Libatkan 9 Subetnis>>Upacara Adat Sulawesi Tengah>>Du’e, Musik Untuk Harmoni Kehidupan>>TAU TAA WANA " Menjaga Nilai Budaya dalam Musik"

silahkan cari isi blog di sini

Memuat...

Rabu, 18 April 2012

KAKULA Musik Etnik Suku Kaili Sulawesi Tengah

Doc.flickr.com/photos/achunpalu/
Instrumen ini dimainkan oleh masyarakat suku Kaili—suku asli di Sulawesi Tengah. Selain di Sulawesi Tengah, instrument ini dapat pula ditemukan di Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow), Kalimantan, Sumatra, Maluku, Sabah dan Serawak Malaysia dan Brunai Darussalam. Musik Kakula yang kita kenal sebagai salah satu seni musik tradisional suku Kaili khususnya dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya sudah sangat sukar menentukan kapan mulai dikenal oleh masyarakat di daerah ini. Pada tahun 1618 agama Islam masuk di daerah ini dengan membawa serta pula kebudayaannya.
Mengikuti penyebar-penyebar Islam ini sebagai alat pendukung dakwah, mereka membawa serta alat musik yang terbuat dari tembaga/kuningan yang sekarang ini kita kenal dengan Musik Kakula. Alat musik tersebut berbentuk bulat dan pada bagian tengalmya muncul atau munjung, sama dengan bonang di Pulau Jawa. Sejarah Kehidupan Musik Kakula Namun jauh sebelum alat musik ini masuk, daerah ini sudah mengenal alat musik yang terbuat dari kayu yang pipih dengan panjang kira-kira 60 cm dan tebal 2 cm serta lebar 5 sampai 6 cm disesuaikan dengan nada. Alat musik tersebut juga sering mereka katakan sebagai gamba-gamba. Gamba-gamba kayu adalah salah satu bentuk embrio atau awal dari musik kakula karena nada yang ada pada musik kakula yang terbuat dari tembaga/kuningan persis dengan nada yang ada pada gamba-gamba atau Musik Kakula Kayu. Masyarakat Sulawesi Tengah yang kita kenal sebagai masyarakat agraris karena sebagian besar penduduk Sulawesi Tengah hidup dari pertanian. Masyarakat itulah pemilik Musik Kakula atau Gamba-gamba kayu tadi. Perkembangan Musik Kakula Bapak Alm. Hasan M. Bahasyuan adalah seorang seniman musik kakula tradisi (pemain) disamping sebagai pemain musik juga sebagai pencipta tari. Setelah beberapa tarinya berhasil diiringi oleh seperangkat alat musik kakula yang masih pentatonis, terdiri dari tujuh buah kakula dengan nada masing-masing la, do, re, mi, sol, la, si, do, 6 1 2 3 5 6 7 1

Ditulis Oleh : C.U (Cari Urusan) ~ Deskripsi Blog Anda

Artikel KAKULA Musik Etnik Suku Kaili Sulawesi Tengah ini diposting oleh C.U (Cari Urusan) pada hari Rabu, 18 April 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

0 komentar:

Poskan Komentar