Pages

silahkan cari isi blog di sini

Rabu, 15 Juli 2015

Jiwa Besar Aristan tidak Maju Pilkada Sigi


Aristan saat memberikan rekomendasi DPP Nasdem kepada pasangan Nurzain Djaelangkara dan Ayub Willem Darawia (Foto : Ist)
Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Tengah, Aristan yang sempat disebut-sebut bakal diusung Nasdem sebagai calon bupati Kabupaten Sigi telah mundur dari pencalonan  setelah Nasdem memberikan rekomendasinya kepada pasangan Nurzain Djaelangkara dan Ayub Willem Darawia. Nasdem dan PDI-P serta PKPI resmi mengusung Nurzain yang latar belakang birokrat dan Ayub Willem anggota DPRD Sulteng.
Aristan sendiri yang menyerahkan rekomendasi dari DPP Nasdem kepada pasangan Nurzain dan Ayup dalam konfrensi pers di Kantor DPW Nasdem Sulteng di Jalan Chairil Anwar, Palu, Sabtu (25/7) lalu.
Aristan dalam laman facebooknya mengaku, situasi riil politik saat ini mengharuskan kita untuk lebih bersabar dan bijak memilih keputusan, agar kita tidak mati muda dalam politik yang semakin terbuka dan liberal ini.

Ia juga meminta kepada  seluruh kawan, sahabat yang selama ini bersama berjuang menaruh harapan dan cita-cita bersama. Lebih istimewa bagi relawan dan simpatisan  Relawan Aristan, yang tak pernah lelah dan mengeluh dalam bekerja.
“Dalam pilkada Kab. Sigi kali ini, kita memutuskan untuk mendukung orang baik saja, karena hukumnya, kebaikan hanya bisa diwujudkan oleh orang baik, dan orang baik harus pilih orang baik,” tulis aktivis 98 itu.
Keputusan ini, kata Aristan, diambil berdasar realitas politik, dimana untuk menang tidak hanya ditentukan oleh syahwat politik dan logistik. Karena yang paling penting menentukan kemenangan dalam pilkada adalah dukungan mayoritas rakyat yang harus diukur secara ilmiah, bukan berdasar perasaan.
“Realitas yang kita hadapi, saya belum mendapatkan dukungan yang cukup dari mayoritas rakyat Sigi setelah kita mengukurnya dengan dua kali survey,” ujarnya menambahkan, itulah sebabnya saya harus mundur dan menggunakan akal sehat merubah taktik politik di Sigi.
Menyikapi realitas politik semacam ini. Sambungnya, kita tidak perlu emosional apalagi kecewa dan menjadi cengeng. Kita tidak juga boleh berputus asa dalam politik.
Yang penting adalah mengawal dan memenangkan gagasan kita dalam dalam kondisi politik rill yang mengharuskan akal sehat kita berjalan.
“Jalan kita masih panjang, kata lagu yg pernah populer dan selalu saya suka hingga saat ini grin emotikon,” ujarnya.
Selanjutnya, Aristan memohon maaf dan menghaturkan terimakasih dan hormat pada seluruh kawan, relawan dan simpatisan.
“Begitulah realitasnya. Semoga bisa menjadi bahan belajar yang sungguh bagi kita semua.” tutupnya.
Tulisan Aristan tersebut mendapat puluhan tanggapan dari rekannya, tidak sedikit yang memuji kedewasaan Aristan dalam bepolitik. Menurut Edwan Edo, begitulah seorang ideolog sesungguhnya berpikir dan bersikap dalam arena politik, tidak bersikap praktis dalam berpolitik, terima kasih atas contoh dalam kedalaman berpolitik abangku.
Hal senada juga dikatakan manjan Ketua AJI Palu Amran Amir yang salut untuk  jiwa besar dan pilihan mengdepankan ilmiah ketimbang perasaan.
“Namun hasrat dan ambisi mestinya tak terkubur. Ia harus tetap hidup bersama gagasan yang diusung. Hanya saja, mulai saat ini dan seterusnya adalah bagaimana berpikir dan bertindak elektoral,  terus berjuang kak Aris,” kata Amran.
- See more at: http://metrosulawesi.com/article/jiwa-besar-aristan-tidak-maju-pilkada-sigi#sthash.D1fpe51D.dpuf









Ditulis Oleh : C.U (Cari Urusan) ~ Deskripsi Blog Anda

Artikel Jiwa Besar Aristan tidak Maju Pilkada Sigi ini diposting oleh C.U (Cari Urusan) pada hari Rabu, 15 Juli 2015. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

0 komentar:

Posting Komentar